Rasa hangat di tengah sejuknya AC membuat nyaman, tidur pun menjadi lelap, bahkan sekadar membuka mata saja Asya enggan. Ternyata ada yang lebih enak dari memeluk guling, Asya baru--TUNGGU!
Guntur tersentak, terjaga dari tidurnya di kala dalam lelap dadanya didorong ekstra kuat. Terkejutlah dia. Sedang Asya, melotot di tempatnya.
"Udah subuh, ya?" tanya Guntur, serak. Sambil mencoba meringankan sakit kepala efek bangun secara terperanjat. Dia kondisikan sel-sel tubuhnya.
Alih-alih marah, Guntur malah bertanya selembut itu.
Tak diindahkan, Asya pegang selimut, lalu melongok ke dalam, melihat isinya. Rapat. Baju Asya masih melekat seperti semula. Ya Allah, alhamdulillah. Asya parno sekali.
Guntur menguap. "Jam berapa, sih?"
Asya elus-elus d**a. Teramat lega.
"Lho, udah jam lima lewat?" Gegas Guntur……
Waiting for the first comment……
Please log in to leave a comment.