Bab. 3 Diterima

cinta di kehidupanku 837 words 2022-02-06 08:23:29

Hari-hari telah berganti, tibalah hari ketiga dimana Mily harus menjawab pertanyaan Rian beberapa hari yang lalu. Mily belum bisa menjawab pertanyaan Rian, karena Mily menyukai Norman, temannya waktu masih di SD, Mily juga belum siap untuk pacaran, dan juga dia takut dimarahi ayahnya, jika ayahnya mengetahui bahwa Mily mempunyai pacar. “Duuuuh aku harus terima Rian apa tidak ya?” gumam Mily dalam hati. Vita pun memberi saran dan membujuk Mily untuk menerima Rian jadi pacarnya. Mily memutuskan untuk mencoba menerima Rian sebagai pacarnya meskipun Mily belum bisa menyukainya. “Yes! Akhirnya Mily mau menerimaku” gumam Rian dengan senang hati. “Terima kasih ya Mil, kamu mau jadi pacarku” kata Rian dengan senang. “Iya, sama – sama Yan. Aku senang kalau kamu senang” kata Mily. Rian adalah pacar pertama Mily, laki-laki yang cukup tampan, tinggi dan gagah, bahkan sebenarnya Mily tidak tau apakah Rian benar-benar menyukai nya atau tidak.

Hubungan Rian dan Mily sudah berlangsung selama satu bulan. Rian mudah mencairkan suasana dan suka nge-gombal dan juga puitis namun bagi Mily tidak masalah baginya. Lama kelamaan, Mily pun mulai suka dan tertarik kepada Rian. Mily mulai bisa mengimbangi Rian dengan membalas puisi dari Rian yang dikirimkan untuk nya. Hubungan mereka pun berjalan dengan mulus dan penuh dengan kegembiraan. Syair-syair yang dikirimkan ke Mily membuat hati Mily berbunga-bunga, karena memang hal pertama yang menyenangkan bagi Mily. Rian yang puitis mengirimkan lirik lagu dari band Jikustik dengan judul ‘Puisi’. Mily mulai mencari lagu itu di google kemudian mengunduh lagu itu lalu diputar lagu itu. Menurut Mily lagu itu lumayan bagus. Entah apa maksudnya Rian mengirim lagu itu. Lagu itu adalah lagu pertama yang Rian kirim kepada Mily. Hari-hari selanjutnya Rian masih suka mengirim beberapa lagu yang lain.

Lebaran telah tiba, hubungan Mily dan Rian telah genap 2 bulan. Ketika Mily di rumah kerabatnya, Mily mendapatkan nomor hp orang yang dia sukai yaitu Norman. Mily memang menyukai Norman dengan parasnya yang tampan dan sekilas terlihat mirip dengan artis Nicky Tirta. Sejak itu, Mily berteman dengan Norman.

“Man, aku mau jujur sama kamu, sebenarnya dari dulu aku suka sama kamu, sampai – sampai aku memimpikan kamu terus” kata Mily.

“Memangnya kamu mau aku jadikan yang ke-dua?” kata Norman.

“Bagimana ya? Nggak ah, lagi pula aku cuma ingin berteman dengan kamu aja kok!” kata Mily. Hubungan Mily dengan Norman hanya sebagai teman biasa, Mily hanya sesekali menghubungi Norman sekedar basa-basi tanya kabar saja.

Walaupun hubungan sudah terjalin selama dua bulan, Mily dan Rian belum bertemu untuk kedua kalinya. Mily dan Rian seperti menjalin hubungan dalam dunia maya. Beberapa Minggu setelah lebaran Mily memutuskan hubungan dengan Rian tanpa alasan yang jelas, karena sebenarnya Mily mulai bosan dengan kata-kata puitis nya, namun Mily tidak mengatakannya kepada Rian.

“Yan, aku rasa hubungan kita cukup sampai disini. Lebih baik sekarang kita berteman saja ya” kata Mily.

“Salahku apa Mil? Kenapa kamu mengakhiri hubungan kita?” tanya Rian.

“Kamu nggak salah apa – apa Yan. Justru kamu itu sudah baik sama aku, aku cuma pengen sekarang kita berteman saja.” Kata Mily dan Rian hanya diam tidak membalas SMS dari Mily.

Setelah kejadian itu Rian sangat kecewa bahkan mungkin dia akan membenci Mily. Mily jadi kasihan dengan Rian, Mily tahu Rian pasti kecewa banget sama dia. Rian tak lagi menghubungi Mily. Vita pun mendengar kabar itu dari Rian “Mily, kamu putus sama Rian toh? Kenapa?” tanya Vita. “Nggak kenapa – kenapa kok, Vit” jawab Mily. “kamu balikan saja sama Rian” kata Vita. “Nggak ah, Vit” kata Mily.

Beberapa bulan kemudian, setelah pulang sekolah Norman dan Mily bertemu di perempatan jalan secara tidak sengaja, tiba – tiba Norman berkata kepada Mily,

“Aku itu nggak cocok buat kamu, lebih baik kamu cari cowok lain saja!”.

“Maksud kamu apa? Aku kan cuma ingin berteman sama kamu aja nggak lebih!” kata Mily. Sejak itu, meskipun Mily suka bahkan mengaguminya karena dia tampan dan tidak menginginkan apa-apa dari Norman kecuali hanya pertemanan. Mily merasa sakit hati atas apa yang diucapkan Norman. setelah kejadian itu Norman tidak pernah menghubungi Mily lagi dan Mily pun tidak menghubungi Norman lagi.

Mily, Vita, Fitri, Lita, Sari, Nuri dan Agis berkumpul di kantin saat istirahat. Mereka terlihat seperti geng karena memakai aksesoris kalung yang sama dengan liontin bintang yang terbuat dari fiberglass. Mereka terlihat akrab selalu bercanda dan tertawa bersama saat berkumpul di kelas, di depan kelas, dan di angkot, tapi Mily lebih dekat dengan Vita dan Fitri. Vita bahkan memberikan julukan Mily si cantik, Vita si manis, dan Fitri si imut. Tiba-tiba Fitri berkata kepada Mily

"Oh iya, Mil, temannya Lutfi ada yang minta nomor kamu"

"Hah? Temannya Lutfi minta nomorku? Siapa Fit?" Tanya Mily penasaran.

"Kata Lutfi, temannya waktu SMP" Kata Fitri.

"Teman Lutfi waktu SMP?" Gumam Mily.

"Jadi gimana, Mil? Boleh tidak nomor HP mu aku kasihkan ke Lutfi?" Tanya Fitri menunggu kepastian dari Mily.

"Ya sudah, berikan saja gak apa-apa deh" jawab Mily sedikit terpaksa.

Previous Next
You can use your left and right arrow keys to move to last or next episode.
Leave a comment Comment

Waiting for the first comment……

Please to leave a comment.

Leave a comment
0/300
  • Add
  • Table of contents
  • Display options
  • Previous
  • Next

Navigate with selected cookies

Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.

If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.