Merebut mantan istri
Share:

Merebut mantan istri

READING AGE 18+

putridwilestari7 Romance

0 read

keguguran dua kali tanpa suaminya tau, Teresa tersiksa sendiri dalam kesedihan mendalam. Pernikahan yang masih berumur dua tahun harus kandas di tengah jalan.Tristan pewaris perusahaan Segara, pengusaha terpandang dan pria idaman semua orang.Dalam keterpurukan mendapat kabar anaknya kembali gugur untuk kedua kalinya Teresa melihat sendiri Tristan di rumah sakit menemani adiknya kontrol kandungan. Teresa tidak pernah tau jadwal Tristan, suaminya itu pulang hanya untuk tidur dan makan.menelan rasa kecewa ditambah mendengar ucapan Tera menyuruh suaminya untuk menikah lagi dengan wanita lain, sahabat Tera sendiri. Dia menganggap Teresa mandul karena belum juga memiliki keturunan.Tersenyum sendu, Teresa sama sekali tidak punya tempat cerita. dia tidak berani cerita ke mami nya, Zavira ataupun ke mertuanya, Zenith. hanya bisa menelan semuanya sendiri dalam diam tapi dia tidak sanggup untuk menahannya lebih lama.pikiran Tristan yang masih memprioritaskan teman dan keluarganya membuat Teresa merasa tersiksa sendiri, pernah mengalami koma tanpa sepengetahuan Tristan. dirinya tidak dijenguk dan tidak dicari sama sekali.tidak bisa, Teresa hanya punya satu nyawa, dia tidak mau mempertaruhkan nyawanya demi pria yang tidak sadar sudah menyakiti hati istrinya."Aku mau cerai."Pergerakan tangan Tristan di atas keyboard terhenti setelah mendengar ucapan Teresa. Termenung sesaat, matanya kini menatap Teresa sepenuhnya, laptop itu ditutup dengan cepat.Ini tengah malam, Teresa berdiri di depan meja kerja Tristan memakai baju tidurnya.jantung Tristan berdetak cepat, apa yang terjadi? Tristan tidak merasa melakukan kesalahan apapun.Teresa tersenyum singkat, "untuk pertama kalinya dalam dua tahun kamu lihat muka ku lebih dari lima menit.""Esa, ada apa? Sini duduk."Teresa duduk di depan Tristan, menatap wajah Tristan lama, mengingat setiap sikap acuh Tristan terhadapnya semakin membuat sakit di hatinya."aku mau cerai.""sayang, aku ga melakukan kesalahan apapun." ujar Tristan.Teresa mengangguk, "aku yang salah, aku ga sanggup terima semua sikap dingin kamu Tristan."Tristan mengernyit tidak suka dengan panggilan yang dilontarkan Teresa, "Esa, jangan buat masalah. aku lagi kerja, tidur sana!"Teresa memberikan berkas perceraian di hadapan Tristan, "tandatangani itu sekarang, aku ga minta harta apapun dari kamu. aku mau pisah sama kamu, Tristan."Dengan penuh amarah Tristan menggebrak meja kerjanya lalu membantu laptop hingga terbelah, Teresa tidak menyangka Tristan melakukan hal itu di depannya."aku suami kamu, Teresa. aku yang memutuskan semuanya termasuk perceraian. kamu milikku, selamanya akan tetap milikku. sekarang tidur! jangan buat aku marah!"tanpa membalas ucapannya Teresa memilih pergi meninggalkan berkas perceraian tersebut.Tristan mengusap wajahnya gusar, membaca isi gugatan cerai Teresa. termenung lama, Teresa menggugatnya karena merasa diabaikan. mencoba mengingat setiap tindakan Tristan terhadap istrinya selama ini. Tristan sama sekali tidak pernah merasa mengabaikan istrinya, tidak! dia tidak akan membiarkan istrinya itu salah paham sampai berani menggugat cerai seperti ini.***Teresa menatap Tristan yang sudah berdiri di depannya, "apa maksud kamu Esa? aku mengabaikanmu? sejak kapan? kalau ada masalah seharusnya kita selesaikan baik-baik bukan seperti ini.""kamu punya waktu?" balas Teresa."aku selalu punya waktu buat kamu Esa, kamu ga pernah minta!"Teresa tersenyum tipis, "apa aku harus ngemis waktu dari kamu dulu Tristan?"Tristan terdiam, "apa kamu ingat aku selalu minta perhatian kamu? aku selalu ajak kamu ngobrol tapi perhatian kamu ga sama aku Tristan, kamu selalu fokus ke laptop kamu dan terus mengabaikan aku." ujarTeresa kini dengan suara bergetar."waktu kamu cuti, apa kamu pernah di rumah? kamu lebih memilih main sama temen-temen kamu tanpa ajak aku Tristan!""aku ga masalah, aku diam, aku paham kamu sudah pusing sama kerjaan kamu jadi ga pernah bawa aku yang mungkin bisa nambah beban pikiran kamu.""aku pernah koma."tangan Tristan mengepal kuat, "aku koma selama tiga bulan, kamu tau Tristan?!"air mata Teresa menggenang, "bahkan kamu ga cari aku, kamu ga khawatir aku dimana, apa aku baik-baik aja.. ga! kamu sama sekali ga peduli!""kamu dimana Tristan? kamu dimana waktu itu ha?!""kenapa kamu ga kabarin aku Esa?!" seru Tristan tidak Terima disalahkan.Teresa tersenyum miris, "aku ga punya nomor bisnis kamu Tristan, aku cuma punya nomor pribadi kamu yang ga pernah kamu pegang. ponsel yang kamu bawa cuma ponsel bisnis. semua orang menghubungi kamu ke nomor bisnis bukan nomor pribadi."

Unfold

Tags: love-triangleBEfamilyHEheir/heiressdramatragedybxglightheartedboldchildhood crush
Latest Updated
Comment

    Navigate with selected cookies

    Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.

    If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.