putridwilestari7
Reads
"Kalau suatu hari aku menghilang, apa kamu akan mencariku?" Pertanyaan itu membuat Alfareezel menghentikan langkahnya. Ia menoleh ke arah Putri yang berdiri membelakanginya. "Aku akan menemukanmu." "Bagaimana kalau aku ternyata bukan orang yang selama ini kamu kenal?" Alfa tersenyum tipis. "Kalau begitu aku akan mengenalmu lagi." Untuk sesaat, Putri ingin menangis. Karena jika Alfareezel mengetahui kebenarannya, mungkin pria itu tidak akan mengatakan hal yang sama. Selama bertahun-tahun, ia hidup dengan nama Putri Anastasie Batara. Nama yang ia yakini sebagai identitasnya. Nama yang ia jaga sekuat tenaga. Sampai sebuah rahasia yang terkubur sejak kelahirannya terungkap. Putri Anastasie Batara tidak pernah ada. Ia adalah Nona Anastasie Fredrick Abraham. Seorang pewaris yang keberadaannya sengaja disembunyikan. Seorang anak yang sejak lahir menjadi bagian dari permainan kekuasaan, kebohongan, dan pengkhianatan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Ketika masa lalu mulai menagih kebenaran, Putri dipaksa memilih antara mempertahankan hidup yang selama ini ia kenal atau menerima identitas yang selama ini direnggut darinya. Dan di tengah semua itu, hanya ada satu orang yang tetap menggenggam tangannya. Alfareezel. Pria yang tanpa sadar akan ikut terseret ke dalam rahasia terbesar dalam hidupnya. Sebab beberapa kebenaran tidak hanya mengubah masa depan. Mereka juga menghancurkan semua yang pernah dianggap sebagai keluarga.
Updated at
Reads
Menceritakan kisah si bad tempramen dengan gadis pendiam dengan begitu banyak kesabaran. Layla Putri Katrina tidak menyangka kehidupannya akan dikelilingi oleh bad tempramen kekasihnya. Bukan, kekasih dengan cara tak terduga. Arhan Iskandar, lelaki yang memiliki rambut gondrong ini selalu mengikutinya kemanapun. Tidak boleh ini tidak boleh itu tapi kasih sayangnya sangat besar. Layla bingung dengan sikap Arhan, terkadang baik dan terkadang suka menyiksa dirinya. Jujur saja dia lelah dengan perilakunya, tapi dia tidak bisa melepas lelaki ini. Lelaki yang sudah membuat harinya berwarna.
Updated at
Reads
Trauma yang dideritanya sungguh membuat dia sengsara. Shiva selalu memendamnya namun keluarganya tahu apa yang dibutuhkan putri semata wayangnya itu. Kelima kakaknya selalu menjaganya begitu pula bunda dan ayahnya yang possessive kepada dirinya. Trauma tidak akan hilang sampai seseorang bisa menyembuhkannya. Bagaimana menurutmu?
Updated at
Reads
Quenbe Elvina, seorang gadis yang misterius bagi yang belum mengenalnya. Sikap cuek dan dinginnya membuat semua orang enggan untuk berteman dengannya. Quen atau El ini memiliki banyak teman lelaki yang menjaganya. Seperti namanya, dia diperlakukan seperti ratu. Semua yang kenal dengannya akan ragu untuk menghadapnya secara langsung. Rizal Astro Qenan, lelaki dingin yang jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat Quen. Dia merupakan pemimpin kelompok motor besar yang ditakuti semua orang. Wajah yang garang dan penampilannya membuat mereka sedikit takut. Namun tidak untuk Quen, dia bersikap seperti kepada lelakinya yang lain. Perhatian dan lembut kepada semua teman lelakinya, bahkan Quen sudah banyak mendengar ucapan cinta dari teman lelakinya yang lain.
Updated at
Reads
keguguran dua kali tanpa suaminya tau, Teresa tersiksa sendiri dalam kesedihan mendalam. Pernikahan yang masih berumur dua tahun harus kandas di tengah jalan.Tristan pewaris perusahaan Segara, pengusaha terpandang dan pria idaman semua orang.Dalam keterpurukan mendapat kabar anaknya kembali gugur untuk kedua kalinya Teresa melihat sendiri Tristan di rumah sakit menemani adiknya kontrol kandungan. Teresa tidak pernah tau jadwal Tristan, suaminya itu pulang hanya untuk tidur dan makan.menelan rasa kecewa ditambah mendengar ucapan Tera menyuruh suaminya untuk menikah lagi dengan wanita lain, sahabat Tera sendiri. Dia menganggap Teresa mandul karena belum juga memiliki keturunan.Tersenyum sendu, Teresa sama sekali tidak punya tempat cerita. dia tidak berani cerita ke mami nya, Zavira ataupun ke mertuanya, Zenith. hanya bisa menelan semuanya sendiri dalam diam tapi dia tidak sanggup untuk menahannya lebih lama.pikiran Tristan yang masih memprioritaskan teman dan keluarganya membuat Teresa merasa tersiksa sendiri, pernah mengalami koma tanpa sepengetahuan Tristan. dirinya tidak dijenguk dan tidak dicari sama sekali.tidak bisa, Teresa hanya punya satu nyawa, dia tidak mau mempertaruhkan nyawanya demi pria yang tidak sadar sudah menyakiti hati istrinya."Aku mau cerai."Pergerakan tangan Tristan di atas keyboard terhenti setelah mendengar ucapan Teresa. Termenung sesaat, matanya kini menatap Teresa sepenuhnya, laptop itu ditutup dengan cepat.Ini tengah malam, Teresa berdiri di depan meja kerja Tristan memakai baju tidurnya.jantung Tristan berdetak cepat, apa yang terjadi? Tristan tidak merasa melakukan kesalahan apapun.Teresa tersenyum singkat, "untuk pertama kalinya dalam dua tahun kamu lihat muka ku lebih dari lima menit.""Esa, ada apa? Sini duduk."Teresa duduk di depan Tristan, menatap wajah Tristan lama, mengingat setiap sikap acuh Tristan terhadapnya semakin membuat sakit di hatinya."aku mau cerai.""sayang, aku ga melakukan kesalahan apapun." ujar Tristan.Teresa mengangguk, "aku yang salah, aku ga sanggup terima semua sikap dingin kamu Tristan."Tristan mengernyit tidak suka dengan panggilan yang dilontarkan Teresa, "Esa, jangan buat masalah. aku lagi kerja, tidur sana!"Teresa memberikan berkas perceraian di hadapan Tristan, "tandatangani itu sekarang, aku ga minta harta apapun dari kamu. aku mau pisah sama kamu, Tristan."Dengan penuh amarah Tristan menggebrak meja kerjanya lalu membantu laptop hingga terbelah, Teresa tidak menyangka Tristan melakukan hal itu di depannya."aku suami kamu, Teresa. aku yang memutuskan semuanya termasuk perceraian. kamu milikku, selamanya akan tetap milikku. sekarang tidur! jangan buat aku marah!"tanpa membalas ucapannya Teresa memilih pergi meninggalkan berkas perceraian tersebut.Tristan mengusap wajahnya gusar, membaca isi gugatan cerai Teresa. termenung lama, Teresa menggugatnya karena merasa diabaikan. mencoba mengingat setiap tindakan Tristan terhadap istrinya selama ini. Tristan sama sekali tidak pernah merasa mengabaikan istrinya, tidak! dia tidak akan membiarkan istrinya itu salah paham sampai berani menggugat cerai seperti ini.***Teresa menatap Tristan yang sudah berdiri di depannya, "apa maksud kamu Esa? aku mengabaikanmu? sejak kapan? kalau ada masalah seharusnya kita selesaikan baik-baik bukan seperti ini.""kamu punya waktu?" balas Teresa."aku selalu punya waktu buat kamu Esa, kamu ga pernah minta!"Teresa tersenyum tipis, "apa aku harus ngemis waktu dari kamu dulu Tristan?"Tristan terdiam, "apa kamu ingat aku selalu minta perhatian kamu? aku selalu ajak kamu ngobrol tapi perhatian kamu ga sama aku Tristan, kamu selalu fokus ke laptop kamu dan terus mengabaikan aku." ujarTeresa kini dengan suara bergetar."waktu kamu cuti, apa kamu pernah di rumah? kamu lebih memilih main sama temen-temen kamu tanpa ajak aku Tristan!""aku ga masalah, aku diam, aku paham kamu sudah pusing sama kerjaan kamu jadi ga pernah bawa aku yang mungkin bisa nambah beban pikiran kamu.""aku pernah koma."tangan Tristan mengepal kuat, "aku koma selama tiga bulan, kamu tau Tristan?!"air mata Teresa menggenang, "bahkan kamu ga cari aku, kamu ga khawatir aku dimana, apa aku baik-baik aja.. ga! kamu sama sekali ga peduli!""kamu dimana Tristan? kamu dimana waktu itu ha?!""kenapa kamu ga kabarin aku Esa?!" seru Tristan tidak Terima disalahkan.Teresa tersenyum miris, "aku ga punya nomor bisnis kamu Tristan, aku cuma punya nomor pribadi kamu yang ga pernah kamu pegang. ponsel yang kamu bawa cuma ponsel bisnis. semua orang menghubungi kamu ke nomor bisnis bukan nomor pribadi."
Updated at
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.