Cowok Ransel dan Cewek Koper
READING AGE 18+
Kirana selalu percaya kopor birunya bisa membawanya ke mana pun, asal jauh dari luka. Bara percaya ransel lusuhnya adalah satu-satunya rumah yang tak pernah mengkhianatinya.
Dikhianati oleh orang yang paling mereka percaya pacar sekaligus sahabat sendiri keduanya memutuskan hal yang sama: pergi. Jauh. Ke ujung dunia kalau perlu.
Tanpa saling kenal, mereka menyusuri kota-kota yang konon bisa mempertemukan cinta sejati dari gembok cinta di Paris, batu jodoh di Kyoto, hingga legenda kuno di Verona. Mereka bertukar cerita lewat akun anonim tanpa tahu siapa di baliknya, nyaris berpapasan berkali-kali, dan justru makin dekat lewat kata-kata yang mereka kira hanya didengar orang asing.
Sampai akhirnya, di tanah suci, di padang yang mempertemukan Adam dan Hawa, dua pengembara yang patah hati itu berdiri berhadapan.
Jabal Rahmah. Saksi bahwa cinta yang tersesat pun, cepat atau lambat, akan pulang.
Unfold
Taksi masih melaju pelan menyusuri jalanan Kuala Lumpur yang mulai dipenuhi lampu malam ketika Kirana akhirnya mengunci layar ponselnya, tangannya sedikit gemetar saat memasukkan benda itu kembali ke dalam tas. Ia menoleh ke samping, mendapati Bara juga masih menatap layar ponselnya sendiri dengan raut wajah yang jauh dari tenang, ……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……