Manusia Sihir 3
Share:

Manusia Sihir 3

READING AGE 4+

Kimi Nalan Syarif Fantasy

0 read

Setelah tiga Piramida i***s hancur berkeping-keping. Pharo si manusia sihir bermata merah, berharap kejahatan dari dunia gaib tak datang lagi mengacau di Bumi. Akan tetapi harapannya ternyata hanyalah harapan semu. Karena Dewi Salju melihat kilasan-kilasan peristiwa yang akan terjadi di masa depan. Yaitu Bulan Jatuh, Bumi menjadi batu, kemunculan sosok berjubah merah, kemunculan Dyah Taliah dan tersegelnya Saga di planet mini di ujung Tata Surya. Saga sangat mengkhawatirkan semua itu, hingga ketiga manusia sihir itu bertarung dengan simulasi dari Jubah Merah, yang ternyata lebih kuat dari mereka bertiga. Padahal itu hanya simulasinya saja.

Penyihir dari Kegelapan bulan pun muncul. Dengan nama lain, Dewi Jubah Merah. Dirinya merebut pil sihir sakti dari seribu penyihir Tata Surya yang sedang melakukan proses akhir dari pembuatan pil yang mampu meningkatkan kekuatannya, hingga seribu kali lipat. Ia pun menelannya, dan mengklaim dirinya sebagai yang terkuat di Tata Surya.

Ternyata dibalik topeng bidadari emas dan jubah merah yang ia kenakan. Terungkaplah jika sosoknya adalah. Kailan, kembaran dari Pangeran Bulan Terang Jailan, yang dibuang ke Bulan Gelap.

Pada akhirnya petualangan kejahatannya pun berakhir. Kailan tersegel di Matahari, terikat oleh tali hitam milik Dewi Tali Hitam, yang dibantu oleh kekuatan i***s Samudera.

Baru saja kejahatan yang dilakukan oleh Kailan berakhir. Datanglah kejahatan yang dibawa oleh Yagala, jenderal bintang tujuh yang sedang mengalami proses menjadi lubang hitam. Pharo dan Jailan, benar-benar kewalahan menghadapi makhluk cahaya bintang dari Galaksi Andromeda itu. Yang kekuatannya berlipat-lipat dari penyihir dari kegelapan bulan.

Apakah Yagala akan mampu dihadapi oleh Pharo dan Jailan?

Unfold

Tags: adventuretime-travelspacemysterymultiversesupernaturalspecial abilitycrimedragonsweak to strong
Latest Updated
Bab 191. (Tersegelnya Cakra Dewa)

    Dewa Sihir tersenyum dengan dingin. Sebelum menjawab pertanyaan murid pengkhianat itu.

    "Aku adalah Gurumu, murid pembelot," jawab Dewa Sihir dingin.

    "Guruku sudah mati, oleh racun tanpa rasa. Pasti kau makhluk yang menyamar sebagai Guruku. Untuk menakuti diriku," tutur Cakra Dewa. Lalu terseny……

Comment

    Navigate with selected cookies

    Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.

    If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.