TERLARANG
READING AGE 18+
"Jadi p.e.l.a.c.u.r.k.u dan aku beri apa yang kamu mau!"
"Kamu gila, Mas! Aku nggak percaya pernah cinta sama kamu!"
"Tidak ada pilihan, Arini! Memohon dan mendesahlah atau orang tuamu akan mati!"
*
Tiga hari berlalu sejak kejadian itu, Arini bekerja seperti umumnya. Hingga akhirnya fokusnya teralih pada ponselnya yang berdering.
Bude Darmi, orang yang biasa menghubungi melakukan panggilan video. ["Lihat kondisi ayah kamu, Rin! Kondisinya benar-benar kritis."]
Terlihat bagaimana lemahnya kondisi ayah Arini pada layar itu. Napas Arini terengah-engah, dadanya sesak. Setelah panggilan itu berakhir, ia kalut dengan pikirannya sendiri.
Arini berlari ke ruang kerja Arka. Ia mengetuknya sopan dan langsung masuk saat mendapatkan sahutan. "Tu–an ... saya butuh uang itu sekarang."
***
Unfold
Sudah tiga hari semenjak Arini pergi. Arka makin kacau. Pikirannya tidak pernah tenang. Fokusnya benar-benar terganggu. Pria tersebut kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Tiap detik, nama Arini seperti hadir dalam kepalanya yang berisik.
Pada kesempatan apa pun dan di mana pun, kepalanya sesak oleh Arini. Arka tidak bisa mengusir p……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……