Batas Langit Naima
READING AGE 16+
Naima Putrian paham betul batasan hati. Dibesarkan di bawah penjagaan ketat sang kakak, Uzair, dan keteduhan Pesantren Al-Falah, hidupnya dilingkupi kesederhanaan dan ketakwaan.Bagi Naima, kehormatan diri bukan untuk diperjudikan.Sampai ia melangkah ke kelas Filsafat milik Jordian Naldo Varez.Pria 29 tahun itu adalah putra penerus Varez Group, cerdas, dingin, dan skeptis terhadap segalanya, terutama keyakinan Naima.Bagi Naldo, kesucian Naima hanyalah ilusi kaku yang bisa digoyahkan. Berawal dari taruhan sinis bersama rekannya, Naldo bertekad menjatuhkan pertahanan mahasiswi paling taat di kampus itu."Kamu berlindung di balik aturan agama karena kamu takut berfikir bebas, Naima," cibir Naldo di ruang kuliah yang sepi."Agama bukan penjara untuk pikiran, Pak Naldo. Tapi, benteng untuk moral yang runtuh," balas Naima tenang.Ketika argumen berubah menjadi getaran yang tak terduga, dinding pembatas berdiri makin tinggi. Uzair membenci Naldo dengan seluruh jiwanya dan siap menikahkan Naima dengan Fatih, pria berakhlak mulia pilihan keluarga.Di antara intrik Clarissa, manipulasi masa lalu Avena, dan utang budi besar pesantren pada nama Varez, mampukah seorang pria yang mengagungkan logika menemukan jalan hidayah? Dan, akankah hati Naima luluh pada pria yang awalnya hanya menjadikan imannya sebagai bahan taruhan?
Unfold
Layar ponsel Naima menyala pukul 22.00 WIB.
Nomor tidak dikenal menyapa.
[Sudah sampai mana analisismu, Mahasiswi Putrian?]
Naima yang sedang duduk di meja belajarnya mendadak menghentikan ketukan jarinya di atas papan ketik laptop.
Cahaya redup dari lampu belajar memantul di matanya yang menyipit heran, ia meraih benda p……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……