Janda Perawan Pemikat Hati CEO
Share:

Janda Perawan Pemikat Hati CEO

READING AGE 18+

Rustina Zahra Romance

0 read

"Menikahlah denganku!"
Sean mengucapkan kalimat itu kepada Mia. Mia tidak mendengarkan ucapan Sean. Bukannya tidak mendengar, tapi Mia pikir Sean tidak bicara dengan dirinya. Mia masih terus menyapu lantai. Sebagaimana tugasnya setiap pagi di ruangan kantor Sean.
"Mia!"
Mia sangat terkejut mendengar panggilan Sean. Selana tiga bulan bekerja, Sean tidak pernah mengajaknya bicara. Apalagi sampai memanggil namanya.
"Tuan memanggil saya?"
"Kamu tidak mendengarkan apa yang aku katakan?"
"Maaf, Tuan bicara apa?"
"Menikahlah dengan saya!"
"Hah!"
Mia terkejut luar biasa. Bagaimana mungkin, seorang bos besar di perusahaan meminta dirinya yang orang kampung untuk menikah.
Mia Aulia Pratiwi, usia 19 tahun. Baru lulus SMA tahun tadi di kampung halamannya. Gadis yang datang ke kota mengikuti teman ayahnya. Teman ayahnya bekerja di kantor ini. Karena itu teman ayahnya tahu ada lowongan pekerjaan di sini. Mia memutuskan untuk ikut ke kota. Karena di kampung sudah tidak punya apa-apa, dan tidak ada siapa-siapa lagi keluarga. Ibunya sudah pergi sejak ia berusia dua tahun. Dan tidak pernah bertemu sampai sekarang.
Sean Michael William, pria berusia 37 tahun. Duda tanpa anak. Bercerai dari istrinya tujuh tahun lalu. CEO Yang dipaksa ibunya untuk segera memberikan cucu. Sementara Sean sendiri, masih merasa trauma dengan pernikahan yang sudah lewat.
Apakah Mia bersedia menjadi istri Sean?
Bagaimana mereka menutupi hubungan pernikahan dari orang lain?
Apakah Ibu Sean cukup puas dengan pernikahan sandiwara putranya?
Baca setiap part-nya, sampai ending.

Unfold

Tags: contract marriageHElightheartedoffice/work placeassistant
Latest Updated
EXTRA PART. 30

Prabu datang. Mereka berdua saling pandang. Wajah Donda merona.

"Kamu sudah temui Yayah dan Bubun?" Tanya Prabu pada Dinda.

"Tidak berani. Takut mengganggu." Dinda menggelengkan kepala.

"Ayo temui dulu." Ptabu mengajak Dinda menemui orang tuanya, di ruangan ibunya.

"Izin sama Pak Fahru dulu." Dinda tidak ingin meningga……

Comment

    Navigate with selected cookies

    Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.

    If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.