Obsesi (Gaun Pengantin Berdarah)
READING AGE 18+
“Kalau kau tidak bisa aku miliki, maka siapapun tidak bisa memilikimu! Kalau aku kehilangan semuanya, maka aku akan mengambil semua milikmu!” — Ana Adamson. ***Ana Adamson, wanita berusia 28 tahun itu nekat menghabisi semua wanita yang menjadi teman kencan, atau bahkan kekasih dari Alexander Lemos. Bukan tanpa sebab ia melakukannya, pengkhianatan dari momen sakral di hari pernikahannya dengan pria tersebut membuat gaun pengantinnya bersimbah darah dan menjadi suatu tragedi mengerikan dalam hidupnya– juga menghabisi semua keluarga Ana. Pria itu (Alexander Lemos) sekaligus Klan Mafia-nya ternyata mengkhianati perdamaian dari keluarga Ana Adamson yang juga merupakan Klan Mafia besar. Ana kehilangan semuanya, bahkan ia hampir saja kehilangan nyawa, namun– ternyata ia masih diberi kesempatan hidup, ia di selamatkan oleh keluarga baik yang mengangkatnya sebagai anak, akan tetapi drama baru di mulai saat anak bungsu keluarga itu tidak menerimanya. Dan naasnya anak sulung keluarga itu yang juga bernama Alexander akhirnya jatuh hati pada Ana. Akan tetapi hati Ana sudah terpaut pada sosok (Alexander Lemos, ia sudah jatuh pada pesona pria itu. Cinta itu menjadi obsesi dan dendam, hingga Ana menjelma sebagai sosok monster yang menuntut balas. Hal pertama yang ia lakukan sungguh tidak ada yang menebaknya, di saat ia menghabisi semua wanita Alexander Lemos, dan perlahan ia membangun kelompok besar demi menghancurkan pria itu. Lantas, apakah yang terjadi nantinya? Apa cinta penuh pengkhianatan itu bisa menyatu, dan apa Alexander Lemos akan mengalah dengan perasaannya pada Ana, atau malah akan melawannya? Sementara seorang wanita yang merupakan kekasih tercintanya akhirnya tewas di tangan Ana!
Unfold
Pagi itu, mereka kembali di hadapkan sesuatu yang membuat mereka bingung. Saat datang seseorang yang tampaknya kini menatap mereka dengan tatapan yang tajam. Tubuh tinggi tegap dengan pakaian serba hitam itu datang dan mendekat.
"Mereka orang yang datang untuk menjemputku, kalian pergilah saja dulu." tanpa banyak kata, Ana membuka ……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……