Tetanggaku Adalah Mautku
READING AGE 18+
"Mereka mencuri masa lalumu, untuk memberimu masa depan yang 'normal'."
.
Marissa hanya ingin menjadi wanita biasa. Setelah tragedi besar yang menghancurkan keluarganya, ia hidup dalam perlindungan yang sangat ketat. Suaminya yang sempurna, Armand, dan pengawasan hukum dari Pak Wisnu adalah benteng yang menjaganya agar tidak pernah lagi menyentuh kegelapan masa lalu yang terkunci rapat di ingatannya.
.
Bagi mereka, kesembuhan Marissa adalah prioritas. Dan cara untuk sembuh hanya satu: Marissa tidak boleh mengingat apa pun.
.
Namun, dunia yang dikondisikan dengan sangat rapi itu mulai retak. Emma, seorang tetangga yang tampak tidak berbahaya, mulai mengusik batasan-batasan yang ada. Di tengah upaya Marissa mempertahankan kewarasannya, sebuah pesan singkat yang tak sengaja terbaca di ponsel suaminya mengubah segalanya.
.
Marissa menyadari bahwa hidupnya bukanlah sebuah kebetulan, melainkan sebuah rencana yang disusun dengan tingkat presisi yang mengerikan. Ia menyadari bahwa perlindungan yang selama ini ia terima sebenarnya adalah rantai yang menahannya.
.
Kini, saat insting yang seharusnya terkubur mulai bangkit kembali, Marissa harus mencari tahu: Apakah mereka menjaganya agar dia selamat, atau agar mereka selamat?
.
"Kebahagiaan itu palsu, jika ia dibangun di atas ingatan yang dipenjara."
Unfold
Bagi orang lain, kebahagiaan mungkin adalah tujuan. Bagiku, kebahagiaan adalah sebuah mukjizat yang menakutkan.
Setiap pagi, aku melihat Armand menyesap kopinya dan putri kecilku menertawakan remah roti di pipinya. Di saat itulah, aku merasa sedang membangun sebuah istana pasir di pinggir pantai. Sangat indah, sangat megah, t……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……