A Hug For the Mafia
READING AGE 18+
A HUG FOR THE MAFIAWritten by Miyatan1316Di dunia yang dipenuhi darah, kekuasaan, dan pengkhianatan, seorang pria bernama Adrian Varesco dikenal sebagai mafia kejam yang tak pernah mengenal belas kasihan. Baginya, cinta hanyalah kelemahan, dan kepercayaan adalah kesalahan yang bisa berakhir dengan kematian.Namun, malam itu, orang yang paling dipercayainya justru mengkhianatinya. Adrian diserang secara brutal, tubuhnya dipenuhi luka, lalu dibuang ke sebuah desa terpencil agar tak seorang pun menemukan jasadnya. Semua orang mengira sang mafia telah mati, tanpa mengetahui bahwa takdir masih menyisakan satu kesempatan untuknya.Di antara dinginnya malam dan derasnya hujan, seorang wanita buta bernama Valen menemukannya tergeletak tak berdaya. Meski tak mampu melihat wajah pria asing itu, Valen bisa merasakan napasnya yang lemah. Tanpa mengetahui siapa dirinya, Valen membawa Adrian pulang dan merawatnya dengan segala keterbatasan yang ia miliki.Ketika terbangun, Adrian kehilangan seluruh ingatannya. Ia bahkan tak tahu namanya sendiri, apalagi darah yang pernah mengotori tangannya. Untuk pertama kalinya, ia hidup tanpa kekuasaan, tanpa anak buah, dan tanpa seseorang yang takut kepadanya.Di rumah sederhana itu, Adrian mengenal kehangatan yang tak pernah ia miliki. Valen mengajarinya arti ketulusan melalui hal-hal kecil, sementara Adrian menjadi mata bagi wanita yang selama ini hanya mengenal dunia melalui suara dan sentuhan. Perlahan, dua jiwa yang sama-sama terluka mulai saling mencintai.Namun, kebahagiaan mereka hanyalah jeda sebelum badai datang.Masa lalu Adrian mulai menemukannya. Musuh-musuhnya kembali, rahasia kelam terungkap, dan ingatannya perlahan pulih. Ia harus memilih antara kembali menjadi monster yang ditakuti semua orang atau melindungi satu-satunya wanita yang membuatnya ingin hidup.Jika ingatannya kembali, akankah Adrian masih mengingat cinta Valen? Atau justru wanita yang menyelamatkan hidupnya akan menjadi orang yang paling ia lukai?
Unfold
Malam itu, hujan turun seolah langit sedang berduka.
Jalanan hutan yang sepi berubah menjadi kubangan lumpur. Pepohonan bergoyang diterpa angin kencang, sementara kilat sesekali menyambar, menerangi sebuah mobil hitam yang berhenti di tengah jalan terpencil.
Pintu mobil terbuka.
Dua orang pria keluar dengan……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……