Happier Then Ever
READING AGE 18+
Althaf Kalfani, anak bungsu dari tiga bersaudara, dikenal sebagai si jahil penuh gaya santai yang tak pernah benar-benar dianggap dewasa oleh keluarganya. Di usia 25 tahun, meski sudah bekerja, ia masih suka mengganggu, bersaing perhatian dengan keponakan, dan tak pernah terlihat serius dalam apa pun—terutama urusan hati. Sampai suatu hari, dunia santainya terguncang saat ia terlibat dalam kekacauan kecil bersama seorang perempuan misterius yang jauh dari kata 'santai'.
Jemma Fateena Kaamla-Mahawirya hidup dalam garis ketat aturan keluarga, menyimpan luka masa lalu yang tak ingin ia buka kembali. Usianya 29 tahun, dan ia hanya ingin hidup tenang tanpa campur tangan siapa pun. Namun susunan hidupnya mulai kacau saat seorang pria konyol, usil, dan jauh lebih muda darinya mulai muncul terlalu sering dalam hidupnya—mengusik tembok pertahanannya seperti badai, mulai merepotkan, membingungkan, tapi juga diam-diam menyembuhkan.
Antara kekacauan yang tak disengaja dan rasa penasaran yang perlahan tumbuh, dua dunia yang sangat berbeda mulai dipertemukan.
Mungkinkah keduanya menemukan detak yang seirama, memiliki keinginan dan tujuan bahagia yang sama dalam garis semesta tak terduga ini?
***
"Ya ampun, bocah satu ini mulai usaha lagi!"
Lelah menghadapi tingkahnya, ia hendak berbalik pergi namun sebuah tangan mencekal agar tetap berdiri di sana. Tawanya berangsur hilang, bersamaan tatapan menyorot berbeda sambil satu kalimat kembali berujar, "aku minta kamu berhenti panggil aku bocah, aku pria dewasa. Mau bukti?"
Unfold
Hujan yang turun seharian ini, untuk sebagian orang membawa suasana hati yang berbeda. Darby tidak suka saat tidak ada kegiatan sama sekali, sebab seperti sekarang ia hanya duduk menatap keluar jendela, segala yang tidak mau ia ingat tiba-tiba saja mudah kembali.
Masa lalunya. Tentang manusia bernama Rifky Caspian Prayan. Lalu ke……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……