Verward Soul
Share:

Verward Soul

READING AGE 12+

Jihan Alezander Fantasy

0 read

Ada dua hal yang disukai oleh Alena, seorang gadis berusia 17 tahun yang duduk di bangku kelas 2 SMA, yaitu novel dan ketenangan. Selama lebih dari setahun ia telah mendapatkan dua hal tersebut dan ia berniat mempertahankannya hingga ia lulus. Oleh sebab itulah Alena menyembunyikan identitasnya yang notabene adalah seorang adik dari Aldi Bintang Syahputra, sang Kapten Basket SMA Taruna Negara yang digilai hampir seluruh siswi di sekolah.

Aldi adalah sosok cowok idaman remaja masa kini. Ia baik, ramah, penyayang dan sopan. Sayangnya, tidak ada satupun siswi yang berhasil menakhlukkan hati Aldi. Daripada memikirkan pacaran, ia lebih memilih fokus pada sekolahnya dan pada Alena, sang adik kesayangan.

Di sini lain, Devan Adelio Sanjaya, si siswa playboy tingkat dewa yang sangat menyukai kepopuleran dan menjadi pusat perhatian adalah saingan terbesar Aldi. Mengabaikan fakta bahwa hampir separuh dari siswi sekolah adalah mantannya, Devan digadang-gadang akan menjadi penerus Aldi menjadi Kapten Basket sekolah. Sama-sama populer, menjadi idola setiap kaum hawa di sekolah tetapi memiliki dua sifat yang saling bertolak belakang membuat mereka tidak pernah bisa akur. Aldi sangat tidak menyukai Devan, begitupun sebaliknya.

Lantas apakah yang akan terjadi jika Alena dan Devan yang hampir tidak pernah mengenal satu sama lain harus menjalani hidup dengan jiwa yang tertukar? Alena yang hanya sebatas tahu Devan harus menjadi Devan si cowok populer, dan Devan yang sama sekali tidak pernah tau ada makhluk bernama Alena di sekolah harus menjalani hidup sebagai Alena, adik dari Aldi yang merupakan musuhnya?

Inilah kisah tentang kerumitan dua remaja yang penuh dengan keajaiban dan drama.

Unfold

Tags: familyplayboygoodgirlstudentdramacomedybxghighschoolbasketballsupernatural
Latest Updated
Extra Part 3 (The Truth - End)
"Setelah kecelakaan hal yang aku lihat adalah dia yang sedang menangis di samping ranjangku. Aku mengalami patah tulang kaki dan tangan juga beberapa jahitan di dahi." Devan menyibak rambutnya untuk menunjukkan dahinya lebih jelas. "Ah, sekarang bekasnya sudah hilang, sih."
"Tapi dari situlah aku tau letak kesalahanku. Kenapa dia selalu nolak ak……

Comment

    Navigate with selected cookies

    Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.

    If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.