CINCIN TANPA JARI MANIS
READING AGE 18+
Aku "RADITIA"( samaran )
Ini adalah kisah ku.
Kisah hidup yang aku jalani beberapa tahun kebelakang...
Ini di awali pada tahun 2016.
Kisah hidup yang waktu itu terfikir akan berakhir bahagia dan tidak akan pernah usai,namun kenyataan yang ku jalani sungguh sangat jauh berbeda.
Tak pernah sedikitpun terpikir di benakku akan berakhir seperti apa,entah bagaimana?
Yang ku tau waktu itu hanyalah cerita yang selalu di impikan semua orang.aku masih sangat ingat bagaimana awal mula ini terjadi...tempat,waktu,hari dan suasananya masih lekat di pikiranku walaupun ini terjadi sudah bertahun-tahun lamanya.
Kala itu aku masih seorang anak remaja yang belum mengerti apa-apa.
Sama seperti remaja pada umumnya aku menghabiskan keseharian tanpa ada sesuatu yang sangat berarti.
Hingga aku bertemu dengan seorang anak yang juga sudah beranjak remaja
"CLARA"(samaran)
Usia ku masih se umur jagung...saat ini usia ku sudah tidak muda lagi namun juga belum tua.di usia ini aku mulai merasa gelisah,takut akan masa yang akan datang,fikiran di masa itu masih menggerogoti isi kepalaku.
Aku selalu berusaha untuk melupakannya,namum semakin aku ingin melupakan semakin kuat bayang-bayang itu datang menghampiri.Seperti dia tidak ingin pergi dari fikiran ini.
Sampai saat ini aku masih belum percaya,semua ini terjadi pada ku.Semua ini terasa seperti aku sedang bermimpi buruk.
Sampai saat ini aku masih bertanya-tanya apa makna di balik semua ini,apa maksuddari sumua ini.
Tak sedikitpun pernah terbesit penyesalan dalam hidup akan pilihan dan jalan yang telah aku pilih selama ini.Karna itu adalah pilihan ku di masa lalu,aku yang telah memutuskan bukan pilihan dari orang lain tetapi adalah kemauan ku sendiri.
aku hanya ingin melupakan dan melanjutkan hidup,tanpa adanya bayang-bayang masa lalu,seperti orang kebanyakan.
INILAH KISAH KU.
Unfold
Saat ini aku merasakan kebahagiaan yang telah lama hilang. Semuanya terasa indah bagiku.
Aku bisa bertemu lagi dengan orang yang aku sayang, di tempat yang dulu sering kami kunjungi. Kembali melihat wajahnya, senyumnya, dan mendengar suaranya—yang selama ini hanya bisa kurasakan lewat panggilan video.
Pertemuan ini sepe……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……