Kabur dari Pernikahan, Masuk Kamar Pewaris
READING AGE 18+
“Tuan, Om, Kakek…tolong aku, kasihanilah aku, kumohon! ” mohon Diandra agar tidak diserahkan pada anak buah tantenya yang sedang mencarinya di luar sana.
Saat itu pintu terbuka, seorang wanita paruh baya masuk.
“Leon, kamu sudah menikah?" tanyanya dengan sumringah sambil menatap Diandra yang mengenakan gaun pengantin.
Diandra menggeleng.
“Iya, Oma!” jawab Leon tiba-tiba seperti petir di siang bolong.
Padahal 5 menit yang lalu mereka baru bertemu saat Diandra yang kabur dari pernikahannya tanpa sengaja masuk ke kamar pria asing itu.
“Kau harus mau menikah kontrak denganku, kalau tidak kau akan kuantarkan ke hadapan tantemu!” bisik Leon yang terdengar mendominasi.
Meski semua kebetulan ini terasa membingungkan, aneh, namun tak ada pilihan lain Diandra hingga akhirnya terpaksa memutuskan untuk setuju.
Demi keselamatannya!
Sebenarnya situasi genting apa yang sedang dialami Diandra? Dan bagaimana pernikahan tiba-tiba dengan pria asing itu akhirnya berlanjut?
“Tuan, Om, Kakek…tolong aku, kasihanilah aku, kumohon! ” mohon Diandra agar tidak diserahkan pada anak buah tantenya yang sedang mencarinya di luar sana.
Saat itu pintu terbuka, seorang wanita paruh baya masuk.
“Leon, kamu sudah menikah?" tanyanya dengan sumringah sambil menatap Diandra yang mengenakan gaun pengantin.
Diandra menggeleng.
“Iya, Oma!” jawab Leon tiba-tiba seperti petir di siang bolong.
Padahal 5 menit yang lalu mereka baru bertemu saat Diandra yang kabur dari pernikahannya tanpa sengaja masuk ke kamar pria asing itu.
“Kau harus mau menikah kontrak denganku, kalau tidak kau akan kuantarkan ke hadapan tantemu!” bisik Leon yang terdengar mendominasi.
Meski semua kebetulan ini terasa membingungkan, aneh, namun tak ada pilihan lain Diandra hingga akhirnya terpaksa memutuskan untuk setuju.
Demi keselamatannya!
Sebenarnya situasi genting apa yang sedang dialami Diandra? Dan bagaimana pernikahan tiba-tiba dengan pria asing itu akhirnya berlanjut?
Unfold
Dreett…
Ponsel Diandra berdering.
Ia melirik layarnya.
Oma.
Tubuhnya langsung menegang saat melihat nama itu. Namun ia tidak berani mengabaikannya.
"Halo, Oma," jawabnya hati-hati.
"Kalau bulan depan kau hamil, aku akan memberimu hadiah," kata Aurora tanpa basa-basi.
Diandra terdiam sejenak.
"O-Oma……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……