Beban di Pundak Anak Tengah
READING AGE 12+
Bagi Elara, menjadi anak tengah bukan sekadar posisi di kartu keluarga, itu adalah kutukan yang tak kasat mata. Kakaknya, Adrian, adalah "si Sulung Kebanggaan" yang selalu diagungkan. Adiknya, Tiara, adalah "si Bungsu yang Rapuh" yang selalu dilindungi. Elara? Ia adalah "si Pengertian" sosok yang diharapkan selalu waras saat rumah kacau, selalu mandiri saat orang tua sibuk, dan selalu mengalah demi kedamaian.
Namun, di balik senyum "pengertiannya", Elara menyimpan kelelahan yang luar biasa. Ia adalah jembatan yang dipijak oleh semua anggota keluarganya untuk menyeberang, tanpa ada yang bertanya apakah jembatan itu mulai retak. Ketika krisis finansial menghantam keluarga dan rahasia besar ayahnya terbongkar, Elara dipaksa memikul beban yang seharusnya bukan miliknya.
Novel ini mengikuti perjalanan Elara dalam mencari suaranya sendiri, belajar bahwa mengatakan "tidak" bukan berarti durhaka, dan menyadari bahwa pundaknya tidak diciptakan hanya untuk menopang beban orang lain.
Unfold
Bandung menyambut mereka dengan hujan tipis. Sejak meninggalkan rumah sakit lama, Elara hampir tidak berbicara. Foto Raisa masih berada di dalam tasnya. Surat Ratih juga.
Begitu banyak pertanyaan yang selama dua puluh lima tahun tidak pernah memiliki jawaban, kini perlahan tersusun menjadi satu cerita.
Namun masih ada s……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……