Dosen Galak itu Ternyata Suamiku
READING AGE 18+
Menginjakan kaki di Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi seharusnya menjadi langkah awal yang menyenangkan bagi Keisya Anindita. Namun, kehadiran Kaiden Mahendra mengubah harinya menjadi ujian kesabaran yang tiada habisnya. Kaiden dosen muda berparas tampan luar biasa dengan tubuh tegap dan mata biru gelap yang dikenal sebagai "dosen galak" paling ditakuti. Pria itu dingin, tak tersentuh, dan tanpa ragu membuang semua hadiah cinta dari mahasiswi yang mencoba mendekatinya.Keisya pikir hubungannya dengan Kaiden hanya sebatas ruang kuliah dan lembar tugas revisi. Ia tidak pernah tahu bahwa sejak hari pertama pendaftaran mahasiswa baru, mata biru tajam itu sudah menguncinya. Kaiden mengagumi Keisya dalam diam, menyembunyikan rapat-rapat perasaannya di balik kedok dosen tegas yang tak kenal ampun.Hingga suatu hari, sebuah keputusan dari kedua keluarga mengubah segalanya. Perjodohan yang tak pernah dibayangkan Keisya tiba-tiba datang menagih jawaban. Tanpa sepengetahuan Keisya, Kaiden menyambut perjodohan itu tanpa ragu menjadikannya kesempatan emas untuk memiliki gadis yang selama ini ia impikan.Namun, melangkah dari hubungan dosen-mahasiswi menuju pernikahan tidaklah mudah. Pertengkaran kecil, salah paham di area kampus, sikap Kaiden yang tetap profesional dan tak pilih kasih saat mengajar, hingga konflik tersembunyi di sekitar mereka mewarnai perjalanan awal perkawinan mereka. Keisya harus beradaptasi dengan sosok suami yang di kampus begitu ditakuti, namun saat di rumah berubah total menjadi pria bucin yang protektif, suka memanjakan dirinya bak anak kecil, dan menuntut perhatian tanpa batas setiap malam.Akankah Keisya mampu membuka hatinya untuk sang dosen galak? Dan bagaimana mereka menyembunyikan rahasia besar ini dari publik kampus hingga hari kelulusan tiba?
Unfold
Suasana di ruang tamu lantai bawah kediaman keluarga Anindita begitu hening dan penuh khidmat, meja kayu persegi panjang berbalut kain putih polos telah ditata rapi di tengah ruangan. Di sana, Pak Penghulu dari KUA setempat duduk berdampingan dengan Hendra Anindita. Di sisi berseberangan, Tuan Mahendra duduk sebagai saksi dari pihak pria, didamp……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……