DUREN YANG BUAT LENGKET
READING AGE 18+
Dia bukan sekadar duda. Dia duren—duda keren yang bikin lengket selamanya.
Misha sudah muak. Muak dengan Jakarta, muak dengan label "anak tiri Pram Harsanto," dan muak dengan pacar yang tak pernah mengerti perasaannya. Dalam pelariannya, ia mengambil keputusan nekat: pindah ke Pekanbaru, menjadi PNS di Inspektorat, dan memulai hidup baru sebagai dirinya sendiri—tanpa embel-embel.
Tapi kota itu menyimpan magnet yang tak ia duga.
Adi Permana. Kepala bagiannya. Duda lima tahun, berusia 33, tinggi, tegap, berotot, dan berlesung pipi. Semua orang menjodoh-jodohkannya dengan Misha. Tapi Misha hanya melihatnya sebagai atasan yang baik—sampai suatu malam hujan mengubah segalanya.
Ban bocor. Basah kuyup. Dan sebuah tawaran untuk berteduh.
Sejak malam itu, Misha tahu rasanya dicintai seutuhnya. Adi bukan hanya pria yang merawatnya dengan penuh perhatian—dia adalah pria yang membuat Misha merasa cukup. Tapi ada satu masalah: Misha masih punya pacar. Dan Adi... Adi adalah atasannya.
Ketika gairah dan cinta bertabrakan dengan kesetiaan dan harga diri, Misha harus memilih. Antara hubungan yang sudah usang, atau pria yang membuatnya merasa hidup untuk pertama kalinya.
Ini adalah Sekuel dari cerita Dosa yang Kami Pahat Menjadi Istana dan cerita Dalam Bayang-Bayang Dosa Ayah. Mengisahkan Misha (anak tiri Pram) dan Adi "Duren yang Buat Lengket". Ini kisah tentang cinta yang tumbuh dari luka, keberanian untuk memilih kebahagiaan sendiri, dan seorang duda keren yang membuktikan bahwa cinta sejati tidak pernah mengenal usia—atau jabatan.
Unfold
Sepuluh Tahun Kemudian
Matahari pagi menyelinap melalui celah gorden kamar utama, menyapu wajah Misha yang masih terlelap dalam pelukan suaminya. Usianya kini empat puluh tiga tahun, tapi siapa yang menyangka? Kulitnya masih kencang, tubuhnya masih ramping, dan wajahnya masih memancarkan kecantikan yang membuat orang-orang di……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……