Wrong Marriage
READING AGE 18+
"You are a bitchh!! Kamu pikir, aku senang dengan pernikahan ini??"
Setelah kematian sang ayahanda, Elena Carson (19th) yang kini menjadi seorang yatim piatu , dititipkan kepada sahabat dari ayahnya. Namun, sang anak yang mengira bila wanita yang dibawa oleh ayahnya seorang wanita peliharaan, nyatanya malah membuat sang ayah dengan sengaja menjodohkan wanita itu dengan putranya sendiri, untuk membungkam mulutnya yang menyebalkan.
Awalnya, ia menolak dengan keras. Tapi dengan sebuah niatan yang cukup jahat, Edgar Allan Benedict (30th) pun menerima usulan sang ayah. Mereka menikah dan Edgar terus menerus menyakiti Elena dari luar maupun dalam. Hingga lambat laun Edgar pun menyadari, bila Elena telah berhasil memadamkan api kebencian dalam dirinya. Terlebih, setelah Edgar tahu, bila Elena bukanlah wanita yang seperti ia pikirkan selama ini .
Namun, Elena yang telah lelah dengan sikap pria yang menikahinya itu, memilih untuk tidak meneruskan pernikahan, yang menurutnya adalah pernikahan yang salah. Penyesalan demi penyesalan Edgar ratapi. Ia juga berusaha untuk membuat Elena tetap tinggal di sisinya, bukan hanya karena rasa bersalah, tapi karena rasa yang sudah terlanjur tumbuh pada dirinya itu. Belum lagi, ada darah dagingnya juga, yang ternyata bersemayam di rahim Elena. Bagaimana kisah mereka selanjutnya??
Unfold
Gianna menyesap minuman untuk yang terakhir dan setelah itu, Gianna pun pergi dari sana dan langsung berjalan menuju ke apartemen. Gianna menekan setiap angka yang merupakan kode akses untuk dapat masuk ke dalam kamar apartemennya ini.
Pintu tersebut langsung terbuka saat semua angka telah Gianna tekan. Lantas, Gianna mel……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……