Pejuang Garis Dua
READING AGE 18+
Seorang wanita berumur 33 tahun yang sudah menjalani biduk rumah tangga selama 5 tahun , namun belum juga di beri kepercayaan oleh Tuhan untuk menjadi seorang ibu.
0o0
Dian Permata Dewi adalah seorang pengajar di sebuah sekolah dasar sangat senang menerima lamaran dari Wira pria yang sudah menjalin hubungan dengannya selama 3 tahun. Kedua keluarga juga sudah setuju dan tanggal pernikahan sudah ditentukan.
"Wah calon pengantin sangat cantik ya, bentar lagi kita bakal susah ketemu" kata Windi sang adik sepupu yang dulu selalu nempel dengan Dian. ke mana-mana selalu heboh, setiap momen pasti mereka lalui bersama.
"Tenang saja adik kesayanganku, kakakmu ini gak akan ke mana-mana kok, aku masih kakakmu yang akan siap mengajakmu jalan-jalan. Mungkin bentar lagi kamu nyusul kakak nikah trus punya anak, ntar kita kumpul lagi sambil ngempu heheheh" sambut ku untuk menenangkannnya
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, rombongan pengantin pria datang untuk menjemput pengantin wanita. Dian sangat cantik di hari sakralnya pernikahannya dan berharap ini pernikahan yang pertama dan terakhir hingga maut memisahkannya. Sampai mereka mempunyai anak dan cucu karna sejatinya Dian sangat menyukai anak kecil, bahkan tidak heran banyak anak kecil yang langsung nempel kalau sudah dekat dengan Dian walaupun baru ketemu pertama kali.
Dian sangat berharap dalam pernikahannya segera di beri momongan sebagai pelengkap. Dian sangat yakin karena sebelum pernikahan mereka sudah sama-sama cek kesehatan dan sama sekali tidak ada masalah. Baik dari pihak keluarga Dian maupun keluarga Wira tidak ada riwayat penyakit serius yang menghalangi hadirnya momongan.
Acara demi acara, ritual demi ritual semua mereka jalani dengan kebahagiaan. Walaupun saatnya berpisah dengan keluarga untuk pergi bersama keluarga baru yaitu keluarga suami, diiringi tangis sesegukan dari saudara. Hanya sang ayah yang hanya diam sambil menitikkan air mata haru melepas putri kesayangannya untuk dibawa oleh sang mantu.
"Ayah Gery"
Rasanya baru kemarin kau dilahirkan ke dunia, tangismu disambut suka cita oleh seluruh keluarga, kaun putri ku, pelengkap hidupku. Baru kemarin kau ku gendong, bermain di pangkuanku, bergelayut manja di lenganku, ngambek saat apa yang kau pinta tidak bisa ku kabulkan. Kini kau sudah dewasa, sudah menjadi seorang istri. Semoga kau bahagia nak, jadilah istri, menantu, ipar dan kelak seorang ibu yang senantiasa membawa kebahagiaan dalam keluarga, seperti kehadiranmu dulu di dalam hidup ayah. Ayah Gery hanya bisa berucap dalam hati, bibirnya terasa kelu untuk mengucapkan kata-kata untuk mengantar sang putri menuju tahap kehidupan yang akan di laluinya.
Dian menatap sang ayah, kekasih hatinya, cinta pertamanya dengan derai air mata, ayah yang selalu ada untuknya, selalu pasang badan saat ada yang mengganggu nya atau membuatnya bersedih, ayah yang selalu menganggapnya putri kecil bahkan saat dia harus keluar kota untuk pekerjaan sang ayah akan terus menel pun menanyakan keadaannya. Tidak ada kata dewasa dari sang ayah untuk putrinya. Putrinya akan tetap menjadi putri kecilnya yang manja.
Hai salam kenal ya, saya Dessy ini karya pertama ku mudah-mudahan suka ya, kalau suka mohon tinggalkan jejak kalian, kalau tidak suka jangan di hujat ya karna ini pertama kali aku nulis di aplikasi. Hoby baca dan nulis sih sejak SMP cuma sekedar hiburan untuk diri sendiri. Mulai dari puisi dan cerpen. Terima Kasih 🙏
Unfold
Seorang wanita berumur 33 tahun yang sudah menjalani biduk rumah tangga selama 5 tahun , namun belum juga di beri kepercayaan oleh Tuhan untuk menjadi seorang ibu.
0o0
Dian Permata Dewi adalah seorang pengajar di sebuah sekolah dasar sangat senang menerima lamaran dari Wira pria yang sudah menjalin hubungan deng……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……