Mahasiswi Kesayangan Dosen 'Killer' Billionaire
READING AGE 18+
Stefani Wolden membenci Professor Alexander Audrey.Pria itu dingin, arogan, dan punya kebiasaan menghancurkan mahasiswanya hanya dengan satu tatapan. Dia adalah definisi dari 'Dosen Killer' di NYCU (New York City University), yang ternyata adalah Billionaire yang menyamar mengajar hanya karena syarat warisan keluarga, dan Stefani adalah satu-satunya mahasiswa yang berani membantahnya di kelas.Hingga suatu malam, dunia Stefani runtuh. Tagihan rumah sakit ibunya menumpuk, memaksanya ke ujung tanduk. Dan di saat dia paling terdesak, Alexander Audrey hadir.Dia tidak menawarkan bantuan dengan wajah kasihan. Dia menawarkan sebuah posisi sebagai asisten pribadinya, sebuah jalan keluar dari kemiskinan yang selama ini mencekik Stefani sejak ayahnya meninggal.Tapi di balik tumpukan dokumen itu, tersembunyi sebuah kontrak.Lima belas aturan. Tidak ada pertanyaan. Tidak ada kebohongan. Dan di dalam penthouse Tribeca-nya, Stefani bukan lagi mahasiswi, dia adalah milik Alexander sepenuhnya.Stefani pikir dia bisa bertahan. Dia pikir ini hanya pekerjaan dengan gaji tinggi. Dia salah.Karena Alexander Audrey tidak pernah menginginkan apa pun hanya sekali. Dan obsesinya pada Stefani bukanlah kebetulan itu sudah direncanakan sejak dua tahun lalu. Sejak hari pertama Alexander melihat gadis bermata hijau itu. .
Unfold
Keheningan di kamar itu terlalu sempurna. Tidak ada suara klakson taksi yang membahana dari jalanan Brooklyn, tidak ada deru pipa tua yang berisik, tidak ada suara-suara teriakan pasangan muda yang bertengkar di lorong, dan tidak ada aroma kopi basi dari arah dapur.
Stefani membuka mata dan menatap langit-langit putih yang tinggi. Butuh b……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……