Cinderella Tanpa Pangeran
Share:

Cinderella Tanpa Pangeran

READING AGE 16+

Arum Sari Romance

0 read

Bagi Cindra, menjadi asisten pribadi Leo Atmaja itu bukan soal karier, tapi soal uji nyali. Leo bukan pangeran berkuda putih, melainkan Pangeran Kodok super manja yang punya hobi aneh: merusak kehidupan asmara Cindra!
Sudah tiga kali Cindra mencoba menjalin hubungan dengan cowok lain, hanya agar hidupnya bisa sedikit berwarna di luar tembok Istana Atmaja. Namun, tiga kali berpacaran, tiga kali pula ia diputuskan tanpa alasan yang jelas. Ternyata, dalangnya cuma satu: Leo.
.
Dengan 1001 cara ajaib dan akal bulus, Leo sukses "membeli" para mantan Cindra supaya menghilang dari hidupnya. Bagi Leo, bersaing secara sehat itu membosankan. Kalau bisa disabotase dengan uang dan kekuasaan, kenapa tidak?
.
Namun, permainan Leo kali ini kebablasan. Saat dia mencoba menggunakan cara yang sama untuk menyingkirkan Chef Pram—Chef pribadi keluarga Atmaja yang justru mendapat restu penuh dari Mama Cindra—segalanya meledak.
.
Sepatu kaca itu akhirnya pecah karena ego dan obsesi. Cindra memilih melangkah pergi dengan luka yang teramat dalam, meninggalkan Leo yang tertinggal dalam kehancuran dan penyesalan. Sang Pangeran Kodok kini benar-benar sendirian, dipaksa belajar mandiri dan melangkah di atas kakinya sendiri tanpa harus menyabotase hidup orang lain. Dan yang paling menyakitkan: ia harus melangkah tanpa Cindra.
.
Dua tahun berlalu. Di sebuah pesta yang tak terduga, sebuah sepatu terjatuh di tengah kesunyian malam. Leo berdiri di sana, memungut sepatu yang di dalamnya terukir namanya: Leo.
.
Tapi kali ini, ia bukan lagi Leo yang dulu.

Unfold

Tags: HEheir/heiressdramachildhood crush
Latest Updated
Cinderella, Sepatu Dan Pangeran

Sudah hampir tengah malam saat Tamy menghentikan mobil di depan pagar Istana Atmaja yang sudah nampak sepi. Pesta sudah usai. Lampu-lampu sudah kembali redup. Dan pintu sudah ditutup. Sudah tidak ada lagi lalu lalang orang dan kendaraan yang keluar masuk dari rumah itu.

"Apa pestanya sudah selesai?" Cindra memandang Tamy dengan waja……

Comment

    Navigate with selected cookies

    Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.

    If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.