CEO DINGIN ITU, AYAH ANAKKU
READING AGE 18+
#DEWASA21++++ #DarkRomance #Romancekomedi #Dewasa #EroticlovestoryalaBastian
*****
Demi tidak menjadi istri pria tua yang memaksanya menikah, hanya karena sang ibu terlilit hutang, membuat Shania nekat menjual dirinya dengan harga mahal. Dan dia berhasil menjual dirinya pada seorang bocah SMA. Siapa sangka pria itu tertarik padanya, lantaran wajahnya sangat mirip dengan kekasih yang telah menghianatinya. Alih-alih melampiaskan amarah dan kekesalannya pada sang mantan, justru Bastian lupa mengenakan pengaman ketika menikmati malam panas bersama. Dan alhasil Shania mengandung benih cinta satu malam itu.
Tak ingin masa depannya hancur sebagai salah satu calon pewaris Livingston Group, Bastian dengan paksa meminta Shania menggugurkan kandungannya. Bahkan dirinya mengancam Shania, hingga akhirnya Shania menghilang dan tak terlihat lagi. Tahun berlalu, Shania akhirnya melahirkan dan melanjutkan kembali kuliahnya, hingga akhirnya Shania berhasil lulus dan bekerja di perusahaan terkenal. Dan siapa sangka, CEO perusahaan tersebut adalah pria yang telah menikmati malam panas bersamanya atau tak lain adalah ayah dari anaknya. Bagaimana tanggapan Bastian yang tanpa sadar mengetahui jika dirinya telah menjadi seorang ayah?
Seperti sore itu, ketika Bastian meninggalkan kantor dan melangkahkan kaki jenjangnya ke dalam mobil mewah miliknya yang telah menunggu di depan lobi gedung Livingston Group. Tiba-tiba seorang anak kecil berlari dan masuk ke dalam mobilnya.
“Om-Om! Mau gak jadi papa aku? Aku lagi cari kandidat suami untuk mamaku…mamakku cantik, kok…” celotehan anak kecil membuat amarah Bastian yang enggan dengan anak kecil, akhirnya menyempatkan waktu melirik foto yang diberikan bocah kecil itu.
Bagaimana reaksi Bastian? Akankah dia menerima kenyataan bahwa dia telah memiliki anak? Akankah dia memecat Shania dari perusahaannya, karena tanpa seizinnya dia telah membesarkan puteranya?
Baca kisahnya hanya di Dreame / Innovel
****
Weena Young
Pekanbaru, 24 Maret 2024
Unfold
Sore itu, angin pantai berhembus lumayan kencang. Pantai juga semakin ramai oleh pengunjung yang ingin menikmati sunset.
“Ehm! Mas, kenapa kamu diem aja? Kamu gak merasa nyaman bareng aku?” Sebuah suara sendu yang nyaris tak terdengar karena deburan ombak di pantai sore itu. Mentari mulai beranjak menuju peraduan, orang-orang……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……