Saat Aku Berhenti Menjadi Istri Bodoh
Share:

Saat Aku Berhenti Menjadi Istri Bodoh

READING AGE 16+

Arnie khan Romance

0 read

Selama delapan tahun, Kinara Anjani percaya bahwa dirinya memiliki pernikahan yang sempurna.
Suaminya, Damar Satriya, adalah pria yang dicintai banyak orang. Setia, romantis, perhatian, dan selalu menempatkan keluarga di atas segalanya.
Setidaknya itulah yang selama ini ia percayai. Sampai sebuah benda kecil yang ditemukan di saku jas suaminya menghancurkan seluruh dunianya. Sejak hari itu, Kinara mulai mencari wanita yang diam-diam hadir di dalam pernikahannya.
Ia mencurigai banyak orang.
Sekretaris cantik, karyawan muda dan Rekan bisnis suaminya. Namun semakin jauh ia menyelidiki, semakin ia merasa bahwa dirinya hanya istri paranoid yang terlalu banyak berpikir. Karena tidak ada satu pun bukti yang menunjukkan bahwa Damar berselingkuh.
Sampai akhirnya ia menyadari satu hal yang membuat darahnya membeku. Wanita itu ternyata berada jauh lebih dekat daripada yang pernah ia bayangkan.
Terlalu dekat.
Bahkan setiap minggu masuk ke rumahnya. Bermain dengan putrinya. Duduk di meja makannya dan tersenyum di hadapannya seolah tidak pernah melakukan apa pun.
Dikhianati oleh suami yang dicintainya dan wanita yang dipercayainya, Kinara dihadapkan pada pilihan yang sulit.
Bertahan dan berpura-pura tidak tahu atau menghancurkan semua orang yang telah mempermainkannya.
Namun ada satu hal yang tidak diketahui Damar.
Sebelum menjadi ibu rumah tangga yang lembut dan penurut, Kinara pernah menjadi wanita yang tidak pernah kalah dalam permainan apa pun.
Dan kali ini...Ia tidak akan pergi dengan tangan kosong.
Ia akan mengambil kembali harga dirinya. Hak asuh putrinya dan semua yang seharusnya menjadi miliknya.
Karena saat Kinara berhenti menjadi istri bodoh, penyesalan menjadi milik mereka yang telah mengkhianatinya.

Unfold

Tags: forbiddenfamilyheir/heiressdramatragedycheating
Latest Updated
BAB 41 Tempat untuk Didengar

Malam itu, Kinara sedang membantu Nabila menyiapkan perlengkapan untuk Family Picnic. Topi kuning, tikar lipat, botol minum, hingga bekal kecil yang diminta sekolah sudah disusun rapi di atas meja.

Nabila tersenyum lebar sambil memeluk topinya.


"Mommy."


"Iya, Sayang?"


"Nanti Daddy ikut ……

Comment

    Navigate with selected cookies

    Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.

    If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.