Godaan Mantan Istri Saat akan Menikah
Share:

Godaan Mantan Istri Saat akan Menikah

READING AGE 18+

Diandra Kartika Romance

0 read

Slow Burn Story
18+
Tidak pernah terpikirkan bahwa ia akan menikah dua kali ketika usianya masih muda. Setelah bercerai dengan Elang, Senja menikah dengan Baskara, pria terpandang yang memiliki selisih usia jauh darinya.
*
Pembawaan Baskara yang hangat dan mampu melindungi membuat perasaan Senja dilema. Dari lubuk hati paling dalam, masih ada sisa rasa untuk Elang, pria pertama yang mampu membuatnya jatuh cinta sampai akhirnya menikah dan bercerai.
*
Perlahan-lahan, hubungan Baskara dan Senja mulai renggang. Elang tidak pernah tinggal diam ketika melihat Senja bahagia dengan Baskara.
*
Bukan tanpa alasan Elang melakukan itu. Dendam, kebencian, dan amarah yang terpendam nyatanya berubah menjadi obsesi mematikan.
*
Rumah tangga Senja dan Baskara diguncang masalah bertubi-tubi. Apalagi ketika Yogas—anak kandung Baskara—melakukan skandal besar hingga menjebak Senja.
*
Yogas membongkar sebuah rahasia di balik sikap penurut Senja. "Sampai kapan pun, nggak akan ada yang bisa gantiin nyokap gue! Lo cuma benalu! Gue nggak bakal biarin lo hidup tenang, Jalang!"
*
Dari kejauhan, Elang menyaksikan kejadian itu. Ia menarik tangan Senja setelah Yogas pergi.
Senja dipaksa masuk ke mobil. Mencondongkan tubuhnya pada mantan istrinya. Bibirnya maju, hampir bersentuhan dengan bibir Senja.
*
"Cepat atau lambat, semua akan tau, Senja! Kita nggak pernah benar-benar selesai. You're mine!"
Senja terdiam. D.a.danya sesak. "Jangan menekanku lagi, Kak. Aku ingin hidup bebas. Aku mau bahagia."
*
"Teruslah bermimpi, sebelum kamu bangun dan berada di nerakaku, Senja Arunika Putri!"
***

Unfold

Tags: revengelove-trianglecontract marriagefamilyHEage gapforcedsecond chancefriends to loversarrogantkickass heroineheir/heiressblue collardramasweetbxglightheartedkickingoffice/work placechildhood crush
Latest Updated
Bab 28

Beberapa detik berlalu dalam keheningan yang menekan. Elang mulai bicara lagi, suaranya lebih rendah dari sebelumnya, nyaris berbahaya.

“Saya nggak akan pergi. Nggak akan pernah, Senja.”

Kalimat itu jatuh, seperti vonis mematikan. Senja menatapnya tajam, tanpa gentar.

“Ini rumah suamiku kalau kamu lupa.”

“Dan kam……

Comment

    Navigate with selected cookies

    Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.

    If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.