Pengakuan Terakhir Sebelum Aku Mati
READING AGE 16+
Selama lima tahun, aku mencintainya tanpa syarat. Menjadi istri yang sempurna tanpa tuntutan, tanpa keluhan dan selalu menjalani peranku dengan tulus meski hatiku hancur sedikit demi sedikit setiap hari.
Sampai akhirnya aku menyadari kebenaran yang paling menyakitkan bawhaw aku tidak pernah dicintai. Pernikahan ini, hanyalah bagian dari rencana balas dendamnya.
Di hari kematianku, dengan tubuh yang dipenuhi luka dan napas yang hampir habis, aku akhirnya mengungkapkan perasaanku , “Aku mencintaimu… bahkan saat kamu menghancurkanku.”
Namun pria itu hanya menatapku dingin.
“Kalau waktu bisa diulang, aku tetap tidak akan mencintaimu. Kau hanya wanita pembawa sial dan menjijikan.”
Akhirnya, aku mati membawa cinta yang tak pernah terbalas.
Namun takdir memberiku kesempatan kedua. Aku kembali ke masa lalu—sebelum semuanya dimulai. Sebelum aku jatuh cinta padanya. Sebelum aku menghancurkan diriku sendiri.
Kali ini, aku bersumpah aku tetap akan mengungkapkan perasaanku. Tapi bukan untuk mempertahankan cinta itu. Melainkan untuk mengakhiri segalanya dan memastikan, di kehidupan ini… aku tidak akan pernah lagi memilihnya.
Namun, ketika pria yang sama mulai mengejarku dan seseorang dari masa lalu datang menawarkan cinta yang tulus—
Akankah aku benar-benar bisa melepaskannya?
Atau… justru kembali terjebak dalam cinta yang sama, sekali lagi?
Unfold
"...berarti seseorang sudah lebih dulu menemukan terowongan ini."
Kalimat Hendrik membuat udara di sekelilingku terasa semakin dingin. Aku menunduk menatap jejak kaki di lantai semen yang dipenuhi debu. Benar, bekas itu masih begitu jelas. Tidak tertutup debu sedikit pun.
Artinya...orang itu baru saja melewati lorong ini. Mungkin ……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……