The Mysterious Man
READING AGE 18+
Memiliki keluarga yang tidak harmonis sejak lahir telah mempengaruhi kehidupan Dewa. Dia menjadi anak yang pendiam dan pemurung. Dia lebih suka menyendiri dan hampir tidak memiliki teman sejak kecil. Kebiasaan membuatnya menjadi aneh, dia sering berbicara kepada benda-benda disekitarnya. Baginya, mereka semua nyata dan bernyawa. Bahkan pembicaraan selalu terjadi layaknya dia berbincang dengan manusia biasa. Tidak ada keluarga yang menyadari keanehan dari perilakunya, ayah dan ibunya seakan tutup mata dan melupakan keberadaannya. Dia besar ditangan pengasuh yang baik hati sekaligus menjadi ibu yang dia akui. Tidak ada hal yang tidak diketahui oleh pengasuh itu tentang dirinya. Bahkan dia satu-satunya manusia di dunia ini yang mengerti tentang Dewa.
Mbok Darmi, itu adalah nama wanita paruh baya yang telah mengasuh dan merawatnya sejak kecil. Hingga kini, setelah Dewa beranjak dewasa, kebiasaannya yang suka berbicara dengan benda-benda disekitarnya tak bisa dihentikan. Mbok Darmi sudah sering memberitahukan ini pada majikannya, tapi mereka seperti acuh tak acuh dan menganggap itu hanya akal bulus Dewa untuk mendapat perhatian lebih. Melihat majikan yang tidak perduli, Mbok Darmi pun hanya bisa diam dan mengajarinya secara perlahan. Karna kebiasaan itu tak kunjung hilang, Mbok Darmi terpaksa mengajarinya untuk menyembunyikan kebiasaan itu. Namun tidak ada yang menyadari kalau itu bukanlah kebiasaan semata. Dewa tidak sedang berhalusinasi saat bicara dengan benda disekitarnya, dia benar-benar bisa mendengar dan mengobrol dengan mereka. Bahkan masih ada hal yang lebih besar yang belum pernah diketahui oleh siapapun termasuk Mbok Darmi. Dewa sengaja menyembunyikannya karna tak ingin dianggap gila. Dia tidak bisa mengatakan pada siapapun bahwa dia bisa membaca sebagian peristiwa yang akan terjadi di masa depan. Setelah mencoba membuktikan berkali-kali pun kemampuannya tidak pernah salah. Apa yang dia lihat dalam mimpinya selalu terjadi dan tak bisa dia hentikan.
Unfold
Seorang anak lelaki yang menutup kepalanya dengan topi hoodie berwarna merah terlihat bersembunyi di bawah meja makan. Dia menutup telinganya sekuat tenaga dan membiarkan air matanya mengalir di pipi tanpa suara.
"Aku ngga mau tau. Pokoknya aku akan pergi ke Sidney minggu depan." Teriak seorang wanita yang terlihat masih mu……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……