My Relationship
READING AGE 16+
Laura terpaksa harus menghentikan pendidikannya hanya sampai di jenjang menengah atas saja. Karena perceraian kedua orangtuanya, ia lebih memilih untuk tinggal dan mencari pekerjaan untuk menyambung hidup.
Sehari setelah acara kelulusannya, Laura langsung mencari pekerjaan. Sampai saat Laura melihat sebuah papan pengumuman lowongan pekerja kafe dan Laura pun diterima untuk bekerja di sana.
Seminggu setelah Laura bekerja di sana, ia selalu bertemu dengan laki-laki yang sama setiap harinya. Lelaki itu adalah Keenan, salah seorang l*******n kafe tempat Laura bekerja. Lama-kelamaan, Keenan merasa tertarik dengan paras ayu milik Laura. Mulanya, Keenan tidak menyangka jika kisah hidup Laura begitu menyedihkan.
Keenan pun memutuskan untuk menjalin hubungan pertemanan dengan Laura. Tanpa Keenan sadari, ia menaruh hati pada gadis itu.
Cinta Keenan tidak berbalas dengan baik. Karena Laura paham akan posisi mereka jauh berbeda. Namun, bukan Keenan namanya jika ia menyerah sampai di sana, ia selalu mencari cara agar bisa meyakinkan pada Laura bahwa cintanya tulus.
Sejujurnya, Laura juga menginginkan terjalinnya hubungan ia dengan Keenan. Tapi selalu saja ada yang datang padanya untuk sekadar mengingatkan bahwa ia dan Keenan adalah dua orang dengan perbedaan kasta yang sangat jauh. Hati Laura sangat sakit ketika ia mendengar kata itu.
2 tahun setelah Laura bekerja di kafe itu, ia sudah mengumpulkan sejumlah uang dan ia memutuskan untuk resign. Setelah resign, Laura memutuskan untuk meninggalkan kota itu, meninggalkan semua kenangan manisnya bersama Keenan dengan berat hati.
Keenan benar-benar seperti kehilangan semangat hidupnya saat itu.
Selama 1 tahun, Keenan tdak pernah mendengar kabar tentang Laura lagi. Sampai saat Keenan mendapat sebuah undangan dari salah satu koleganya di Paris. Demi menjalin kerjasama yang baik, Keenan pun bersedia hadir.
Di sana lah, Keenan dan Laura kembali bertemu dan keduanya menyelesaikan apa yang tertunda sebelumnya.
Unfold
5 tahun kemudian.
“Mamaaaa. Bang Kael sudah sampai. Boleh aku saja yang membukakan pintu?” tanya Nala yang kini berdiri di dekat Laura yang sedang sibuk menata kue di atas piring.
“Minta tolong Mba Siti, ya,” sahut Laura.
Nala segera berlari menghampiri Mbak Siti, seorang asisten rumah tangga yang selama ini membantu Laur……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……