Play In Game: The 7
Share:

Play In Game: The 7

READING AGE 16+

Sisiliaarista Game

0 read

((STORY INI SEDANG PROSES REVISI))
[XIntel Gaming Academy mengadakan perekrutan gamer internasional yang pertama kali. Undangan khusus untuk Anda, silakan klik tautan berikut ini untuk mengisi biodata.]

Notifikasi yang muncul di bagian atas layar ponselnya segera diabaikan Wei Xiaoli karena ia sedang memainkan personanya, Kaisar Wei, di tahap menikahi Selir Lan yang cantik jelita. Selir Lan adalah selir ke- 9 yang dimiliki Kaisar Wei. Gadis berambut panjang bergaun hanfu tipis warna merah itu menunggunya di tempat tidur, berselonjor menggoda memperlihatkan tungai kaki mulus, putih bersih. Di sela belahan depan gaunnya, mengintip lekukan gundukan da.danya. Bibir merah mungil berkilap bagai bauh ceri. Mata sipit bersudut runcing berkedip- kedip merayunya.

"Selamat malam, Kaisar Wei! Apa yang bisa saya lakukan untuk menyenangkan Anda malam ini?" tanya Selir Lan.

Kaisar Wei yang berdiri di tengah kamar, berkacak pinggang dan tertawa terbahak- bahak. "Huahaha ... kau bisa mulai dengan membuka pakaianmu, Selir Lan!"

***
Sekelompok pemain game online MMORPG Darkness Hunter bersaing memperebutkan ranking tertinggi dan reward dalam setiap kompetisi. Persaingan semakin panas ketika seorang pemain tunggal menyingkirkan posisi mereka satu per satu. Tanpa mereka sadari dalam kehidupan nyata, para pemain ini juga bersaing sebagai idol dari agensi yang berbeda.

Sementara Ming Daiyu, gadis yang gagal debut karena kecelakaan yang dialaminya, sadar dari koma selama 7 tahun. Untuk membayar hutang rumah sakit, dia bekerja sebagai manajer Han Junjie, artis yang terkenal sopan dan ramah. Ternyata itu hanya topeng yang dikenakannya di hadapan publik. Han Junjie adalah laki-laki yang paling kejam dan tidak berperasaan.

WARNING!!
17+
Adegan dewasa, kekerasan dan kata-k********r. Mohon pembaca bijaksana.

Unfold

Tags: arrogantpowerfulconfidentcheerleaderpopstarbxgkickingfirst lovesuperpowerMMORPG
Latest Updated
Ep.183 Trik Kaili

Liu memandangi kepergian Kaili dan Anita sampai mereka tak tampak lagi, barulah ia memperhatikan Kaisar Anson yang berbicara ngalor ngidul. Arah pembicaraannya tidak jelas sehingga Liu menggertaknya, "Cukup bicaranya,  Yang Mulia. Bagaimana kalau Anda berterus terang apa yang Anda rencanakan menghadapi perang kali ini?"

Anson berusa……

Comment

    Navigate with selected cookies

    Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.

    If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.