Dendam di Atas Ranjang Panas
READING AGE 18+
Vania terbangun sambil memegangi kepalanya yang berdenyut. Dengungan memenuhi telinga, napasnya sesak, seolah oksigen menghilang. Potongan memori mulai berputar di kepalanya. Mobil menghantam pembatas, ledakan yang merenggut adiknya, dan wajah licik penyebab semuanya. Sensasi sakit terasa nyata, terlalu sempurna untuk sekadar mimpi. Pandangannya jatuh pada tangan kiri yang terluka, sayatan kecil terukir jelas. Ingatan Riko yang menggores tangan sebelum membunuhnya. Kilat menyambar di balik hujan, mobil terbakar, senyum itu kembali. Vania menegakkan tubuh. Ini bukan mimpi, ini kenangan yang bangkit, menuntut kebenaran dan balas dendam. Luka, hujan, dan api bersatu, mengantar Vania menelusuri masa lalu gelap demi keselamatan dirinya sendiri dan kebenaran yang tersembunyi.
Unfold
Jam sudah menunjukkan pukul tiga sore, di mana Vania sudah bersiap-siap untuk pulang.
Astaga dia lupa, kalau dia dijemput oleh Riko. Vania menghembuskan nafasnya pelan, ingin sekali dia membawa mobil sendiri. Tapi apalah daya, Vania hanya bisa menuruti kemauan Riko, agar rencananya cepat berhasil.
Tidak lama ponsel Vani……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……