MAMA UNTUK SERRA
READING AGE 18+
“Bagaimana kamu bisa kecolongan seperti ini, hah? Kamu tahu kalau Serra alergi udang, tapi kamu malah membawanya ke restoran seafood. Apa kamu memang sengaja ingin mencelakainya, hah?”
Amarah Aswin pun meledak ketika melihat anak kandungnya terbaring lemah di atas brankar rumah sakit. Tentu saja sikap pria itu membuat Dista syok.
“A … ku minta maaf udah bawa Serra ke sana. Ak …,”
“Apa dengan kata maaf bisa membuat Serra seperti sedia kala? Kamu nggak becus menjaga anakku. Ibu macam apa kamu, hah? Ternyata memang benar kalau ibu sambung itu nggak akan pernah sama dengan yang namanya ibu kandung!”
Seketika Dista merasakan nyeri di dalam hatinya ketika mendengar perkataan laki-laki yang berstatus sebagai suami sahnya tersebut.
“Pergilah dari sini dan jangan muncul di hadapan saya ataupun Serra dulu!”
***
Adista Alindra merupakan ibu pengganti untuk keponakannya sendiri. Kakaknya meminta dirinya untuk menikahi suaminya sebelum kematiannya karena penyakit kanker. Namun, nyatanya kehidupan rumah tangga Dista dan Aswin jauh dari kata bahagia karena pria itu masih tidak bisa melupakan sosok mendiang istrinya.
Akankah Dista mampu bertahan atau dia lebih memilih untuk menyerah?
Unfold
“Kak … Adek minta maaf, hiks …!”
Melihat adiknya menangis membuat Serra tampak kebingungan. Padahal dia tidak menyenggol bocah laki-laki tersebut, tapi kenapa anak itu yang seolah-olah yang menjadi korbannya.
“Lah … kan Kakak yang ditarik rambutnya, tapi kok malah Adek yang nangis?” tanya Serra dengan keher……
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Waiting for the first comment……