Undercover Housekeeper : S2 London di Balik Sapu
Share:

Undercover Housekeeper : S2 London di Balik Sapu

READING AGE 18+

Ottoy Lembayung Action

0 read

"Jika kau ingin menangkap tikus, kau harus masuk ke dalam lubangnya. Bahkan jika lubang itu kotor dan berbau sampah."Boy Pratama (25) punya segalanya: gelar master dari London, wajah rupawan, dan tahta Pratama Group yang menantinya. Namun, kepulangannya disambut sebuah misi rahasia dari kedua orang tuanya. Hotel Bintang 7 milik keluarganya sedang sekarat, digerogoti oleh "tikus korporat" yang lihai bersembunyi di balik jas mahal.Dalam satu malam, Boy kehilangan segalanya. Mamahnya melucuti kunci mobil mewah, kartu kredit, hingga jam tangan bermerek miliknya. Ia "dibuang" ke sebuah rusun kumuh dan dipaksa memegang gagang pel sebagai staf housekeeping rendahan di hotelnya sendiri.Di sana, Boy bertemu Luna (22), gadis rusun yang keras kepala dan hobi adu mulut dengannya. Hidup Boy yang semula rapi berubah menjadi kekacauan penuh cekcok, aroma karbol, dan kencan murah di pasar malam. Namun, di balik seragam birunya yang kotor, Boy tetaplah pemangsa. Dengan bantuan Paman Romi (sang auditor pusat), ia mulai melacak jejak Pak Danu dan Angeline, supervisor licik yang mengorbankan siapa saja demi ambisi—termasuk mengancam Jennifer, rekan kerja yang nyawa anaknya sedang dipertaruhkan.Saat penyamaran Boy mulai terancam oleh insiden berdarah di Gudang Blok C dan siasat pemeriksaan fisik yang mematikan, ia harus memilih: Tetap menjadi "Boy si Tukang Pel" yang dicintai Luna, atau kembali menjadi Sang Pewaris yang dingin demi menghancurkan musuh-musuhnya?Satu hotel kena tipu. Satu koruptor kena ratu. Karena terkadang, kebenaran paling bersih justru ditemukan oleh tangan yang paling kotor.

Unfold

Tags: darkHEheir/heiressblue collardramabxgseriouscampusoffice/work place
Latest Updated
BAB 35. PERMAINAN CERMIN DAN ASAP

Lampu neon di area loading dock berkedip tidak stabil, menciptakan bayangan panjang yang menari-nari di atas aspal basah. Boy (25) merayap dengan satu tangan memegang bahu kirinya yang terus merembeskan cairan hangat ke balik seragam housekeeping-nya. Setiap langkah terasa seperti duri yang ditancapkan ke tulang belakangnya. Di sampingnya, Luna ……

Comment

    Navigate with selected cookies

    Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.

    If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.