Belajar Diam dan Kuat

Rumah yang tak Selalu Hangat 680 words 2026-04-11 12:35:16

loading...

loading...

Author's notification:

Sasa tidak lagi banyak bertanya—bukan karena ia sudah mengerti, tetapi karena ia mulai belajar untuk menahan. Ia memilih diam, karena diam terasa lebih aman daripada harus menghadapi kemungkinan disalahkan.Banyak anak tumbuh dengan cara seperti ini. Mereka tidak benar-benar kuat, hanya terbiasa. Terbiasa memendam, terbiasa mengalah, dan terbiasa berpura-pura baik-baik saja. Dari luar terlihat tenang, tetapi di dalam penuh dengan hal-hal yang tidak pernah sempat diungkapkan.Melalui bab ini, penulis ingin menggambarkan bahwa “menjadi kuat” tidak selalu berarti sehat. Terkadang, itu hanyalah cara bertahan yang perlahan mengikis perasaan seseorang.Sasa mulai kehilangan sesuatu yang penting—bukan benda, melainkan keberanian untuk merasa dan mengekspresikan dirinya. Dan tanpa disadari, itu adalah kehilangan yang jauh lebih dalam.Semoga kita bisa lebih peka—bahwa di balik seseorang yang terlalu diam, mungkin ada banyak hal yang sedang ia tahan sendirian.

Previous Next
You can use your left and right arrow keys to move to last or next episode.
Leave a comment Comment

    Please to leave a comment.

    Leave a comment
    0/300
    • Add
    • Table of contents
    • Display options
    • Previous
    • Next

    Navigate with selected cookies

    Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.

    If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.