1
VISITORS
0

ABOUT ME

ABOUT ME

FOLLOWING
You are not following any writers yet.
More

STORY BY Nisa Rasyid

Jika Aku tak Pernah Hadir

Jika Aku tak Pernah Hadir

Reads

"Pak... Bu... andai aku tahu bahwa kehadiranku hanya membawa luka di hati kalian, aku pun tak pernah ingin lahir ke dunia ini."Sejak kecil, Cahaya tumbuh di tengah rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman, tetapi justru menjadi sumber luka yang tak pernah sembuh. Ia belajar bahwa tidak semua anak dilahirkan untuk disambut dengan pelukan hangat. Sebagian harus tumbuh dengan pertanyaan yang tak pernah terjawab: apakah dirinya benar-benar diinginkan?Hari demi hari, Cahaya menjalani hidup tanpa memahami tujuan keberadaannya. Ia berjalan mengikuti arus, menerima kecewa demi kecewa, kehilangan demi kehilangan, sambil memendam harapan sederhana untuk dicintai dan diterima.Di balik senyumnya yang terlihat kuat, tersimpan seorang anak yang terus berjuang melawan kesepian, trauma masa kecil, dan keinginan untuk menyerah pada hidup. Namun ketika hidup mempertemukannya dengan berbagai orang dan peristiwa yang mengubah cara pandangnya, Cahaya mulai menyadari bahwa nilai dirinya tidak ditentukan oleh luka yang diberikan orang lain.Ini adalah kisah tentang seorang anak yang tumbuh tanpa arah, tentang air mata yang disembunyikan, tentang keluarga yang meninggalkan bekas luka, dan tentang perjalanan panjang menemukan alasan untuk tetap hidup.Sebab terkadang, seseorang yang paling terluka justru mampu menjadi cahaya bagi dirinya sendiri.

Updated at

Read Preview
Rumah yang tak Selalu Hangat

Rumah yang tak Selalu Hangat

Reads

Sasa adalah anak yang tumbuh tanpa benar-benar mengenal arti masa kecil. Di saat teman-temannya tertawa dan bermain, ia justru belajar menjadi “anak baik”—patuh, rajin, dan tidak pernah boleh salah. Sepulang sekolah, ia membantu orang tuanya berjualan sembako, menjalani hari demi hari tanpa pernah mengeluh. Namun di balik kepatuhannya, Sasa menyimpan luka. Baginya, kata “sayang” sering datang bersama rasa sakit. Hingga suatu hari, sebuah kesalahan kecil membuatnya mempertanyakan segalanya—benarkah kasih sayang harus menyakitkan? Pertemuannya dengan Rani perlahan membuka pandangan baru. Untuk pertama kalinya, Sasa merasakan perhatian yang hangat tanpa rasa takut. Dari situlah, ia mulai belajar bahwa dirinya berhak untuk merasa, berhak untuk didengar, dan berhak untuk tidak selalu kuat. Di antara ketakutan dan harapan, Sasa dihadapkan pada pilihan besar: tetap bertahan dalam luka, atau melangkah pergi demi menemukan arti “rumah” yang sebenarnya. Sebuah kisah tentang luka yang tersembunyi, keberanian kecil yang berarti besar, dan perjalanan seorang anak menemukan bahwa kasih sayang… seharusnya tidak menyakitkan.

Updated at

Read Preview

Navigate with selected cookies

Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.

If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.